:::: MENU ::::
  • Suitable for all screen sizes

  • Easy to Customize

  • Customizable fonts.

Rabu, 14 Juni 2017

  1.      Buatlah susunan kabel untuk cross dan Straight
  2.      Jelaskan dan gambarkan Jenis/Tipe Koneksi Secara Fisik
  3.      Apa yang saudara ketahui tentang  OSI dan TCP/IP
  4.      Jelaskan tentang MAC (Media Access Control) Address
  5.      Jelaskan dan gambarkan tentang Address Resolution Protocol
  6.      Apa yang saudara ketahui tentang Subnetting
  7.      Apa saja  yang dapat dilakukan oleh wireless LAN yang dan dapat juga dilakukan oleh jaringan kabel?
  8.      Apa keuntungan dan kerugian yang di frekuensi radio
  9.      Dalam perhitungan matematika, berapakah nilai 1 watt dalam dBm
  10.  Sebuah sinyal RF berhubungan dengan spred spectrum apa yang akan terjadi
  11.  Jelaskan  4 standart utama IEEE yang mengatur wireless LAN?
  12.  Bagaimana penggunaan pasif scanning dalam suatu wireless LAN?
  13.  Suatu jaringan yang menggunakan standar protocol 802.1x  untuk kondisi ,jelaskan
  14.  Antena diversity digunakan untuk permasalahan wireless LAN apa? jelaskan
  15.  Ketika membeli RF connectors, manakah harus anda pertimbangkan?pilih semua yang digunakan. Jelaskan



JAWAB :
1.      a.   Siapkan 2 buah kabel, masing-masing untuk cross dan juga straight
            b.      Potong kedua ujung masing-masing kulit kabel menggunakan tang crimping. Hati-hati jangan sampai memotong kabel bagian dalam dari kabel LAN
Urutkan warna kabel untuk kabel lan straight maupun cross dengan warna :



STRAIGHT
CROSS
A
B
A
B
Putih Orange
Putih Orange
Putih Orange
Putih Hijau
Orange
Orange
Orange
Hijau
Putih Hijau
Putih Hijau
Putih Hijau
Putih Orange
Biru
Biru
Biru
Biru
Putih Biru
Putih Biru
Putih Biru
Putih Biru
Hijau
Hijau
Hijau
Orange
Putih Cokelat
Putih Cokelat
Putih Cokelat
Putih Cokelat
Cokelat
Cokelat
Cokelat
Cokelat

         c.       Rapikan/ samaratakan tinggi kabel bagian dalam dengan memotongnya menggunakan tang crimping
         d.      Masukkan kabel bagian dalam kedalam RJ 45 dengan hati-hati, setelahnya kunci dengan tang crimping
         e.       Jika sudah semua diurutkan warna kabel bagian dalam hingga mengunci kabel lan pada RJ 45, lakukan pengetesan nyala atau tidaknya kabel tersebut pada setiap urutan warnanya dan pastikan agar tidak terbalik
2.      a.  Topologi Bus

Topologi bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur.
Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
-Merupakan satu kabel yang kedua ujung nya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node
-Umum digunakan karena sederhana dalam instalasi
-Signal melewati kabel dalam dua arah(mengirim data bersamaan) mungkin terjadi collision(Tabrakan Data)
b.   Topologi Ring

Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.
Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
-Lingkaran tertutup yang berisi node-node
-Sederhana dalam layout
-Signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision (dua paket data bercampur), sehingga memungkinkan pergerakan data yang cepat dan collision detection yang lebih sederhana -Biasanya  topologi ring tidak dibuat secara fisik melainkan direalisasikan dengan sebuah consentrator dan kelihatan seperti topologi star
c.  Topologi Star

Topologi extended star adalah kombinasi karakteristik antara topologi star dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi star yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung atau backbone.
d.  Topologi Mesh

Topologi Mesh adalah suatu topologi yang memang didesain untuk memiliki tingkat restorasi dengan berbagai alternatif rute atau penjaluran yang biasanya disiapkan dengan dukungan perangkat lunak atau software.
3.      TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan internet yang akan memastikan pengiriman data sampai ke alamat yang dituju. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol.

4.      MAC Address adalah alamat fisik suatu interface jaringan (seperti ethernet pada komputer, interface pada router dan node jaringan lain) yang bersifar uni dan berfungsi sebagai identitas perangkat tersebut. MAC Address memiliki panjang 48bit (6 byte). Format standar MAC address secara umum terdiri dari 6 kelompok digit yang masing-masing kelompok berjumlah 2 digit heksadesimal masing-masing kelompok digit dipisahkan tanda (-) atau (:), misalnya 01-73-82-54-38-ab atau 01:73:82:54:38:ab
5.      ARP merupakan sebuah protokol yang bertanggung jawab mencari tahu Mac Address atau alamat hardware dari suatu host yang tergabung dalam sebuah jaringan LAN dengan memanfaatkan atau berdasarkan IP Address yang terkonfigurasi pada host yang bersangkutan. Dalam OSI layer, protokol ini bekerja antara layer 2 dan layer 3. Cara kerja dari ARP yaitu mengirimkan paket berisi IP Address yang inin diketahui alamat ethernetnya ke alamat broadcast ethernet, dan semua ethernet card akan mendengar paket ini.


6.      Subnetting adalah teknik memecah network menjadi beberapa subnetwork yang lebih kecil. Subnetting hanya dapat dilakukan pada IP Address kelas A, B, dan C. Dengan Subnetting akan menciptakan beberapa network tambahan tetapi mengurangi jumlah maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut.

7.      a. Wireless LAN dan jaringan kabel berguna untuk menukarkan informasi dari satu titik ke titik lainnya.
b. Data pada wireless LAN dan jaringan kabel ditransmisikan dengan cara ditumpangkan pada gelombnag pembawa sehingga bisa diekstrak pada ujung penerima.
c. Pada konfigurasi wireless LAN tertentu, transmitter/receiver device biasa di sebut acces point, terhubung pada jaringan kabel dari lokasi yang fixed menggunakan kabel standar.

8.      Keuntungan :
a. Tahan terhadap noise. Salah satu keuntungan utama dari frekuensi yang telah digunakan oleh industri penyiaran adalah pengurangan kebisingan. Karena kebanyakan kebisingan amplitudo berbasis, ini dapat dihapus dengan menjalankan sinyal melalui limiter sehingga hanya variasi frekuensi muncul. Ini disediakan bahwa tingkat sinyal cukup tinggi untuk memungkinkan sinyal yang akan dibatasi.
b. Tahan terhadap sinyal variasi kekuatan. Dengan cara yang sama bahwa suara amplitudo dapat dihapus, sehingga juga bisa variasi sinyal. Ini berarti bahwa salah satu keuntungan dari rekuensi adalah bahwa ia tidak menderita variasi amplitudo audio level sinyal bervariasi, dan itu membuat FM ideal untuk digunakan dalam aplikasi mobile di mana tingkat sinyal terus bervariasi. Ini disediakan bahwa tingkat sinyal cukup tinggi untuk memungkinkan sinyal yang akan dibatasi.
c. Tidak memerlukan aplifier linear di pemancar. Karena hanya perubahan frekuensi ini harus dilakukan, setiap amplifier di pemanca tidak perlu linear.
d. Memungkinkan efisiensi yang lebih besar daripada banyak mode lainnya. Penggunaan amplifier non-linear, misalnya kelas C, dll berarti bahwa tingkat efisiensi pemancar akan lebih tinggi - amplifier linear secara inheren tidak efisien.
Kerugian:
a. Membutuhkan modulasi frekuensi. Salah satu minor dis-keuntungan dari modulasi frekuensi adalah bahwa demodulator adalah sedikit lebih rumit, dan karenanya sedikit lebih mahal daripada detektor dioda yang sangat sederhana yang digunakan untuk AM. Juga membutuhkan sirkuit disetel menambah biaya. Namun hal ini hanya masalah untuk biaya yang sangat rendah pasar penerima siaran.
b. Beberapa modus lain memiliki tinggi efisiensi spektral data. Beberapa modulasi fase dan quadrature amplitude format modulasi memiliki efisiensi spektral yang lebih tinggi untuk transmisi data frekuensi shift keying, suatu bentuk modulasi frekuensi. Akibatnya, penggunaan sistem transmisi data yang paling PSK dan QAM.
c. Sidebands memperpanjang hingga tak terbatas kedua sisi. Sidebands untuk transmisi FM secara teoritis memperpanjang keluar hingga tak terbatas. Untuk membatasi bandwidth transmisi, filter yang digunakan, dan ini memperkenalkan beberapa distorsi sinyal.

9.    Hasil Perhitungan :
     p(dBm)=10log1/10^-3
=10log10^3
=10x3=30dBm

10.  Spred spectrum mengirimkan sinyal data secara menyebar diatas band yang lebar dari suatu frekuensi menggunakan symbol per bit dan menggunakan daya yang kecil.

11.  a. IEEE 802.11
Standar ini berisi semua teknologi transmisi termasul Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS), Frquency hoping Spreaf Spectrum (FHSS) dan infrared.Standar ini menguraikan sistem DSS yang hanya beroperasi pada 1 Mbps dan 2Mbps. Jika sistem DSS beroperasi pada kecepatan data lain dengan baik, seperti  1 Mbps, 2Mbps dan 11 Mbps, sistem tersebut masih tetap menjadi sistem yang memenuhi standar. Jika, sistem beroperasi pada kecapatan selain 1 atau 2 Mbps, sungguhpun sistem tersebut adalah 802.11-memenuhi standar karena kemampuannya untuk bekerja pada 1& 2 Mbps
b. IEEE 802.11a
Standar 802.11a (disebut WiFi 5) memungkinkan bandwidth yang lebih tinggi (54 Mbps throughput maksimum, 30 Mbps dalam praktek). Standar 802.11a mengandung 8 saluran radio di pita frekuensi 5 GHz.
c. IEEE 802.11b
Standar 802.11b saat ini yang paling banyak digunakan satu. Menawarkan thoroughput maksimum dari 11 Mbps (6 Mbps dalam praktek) dan jangkauan hingga 300 meter di lingkungan terbuka. Ia menggunakan rentang frekuensi 2,4 GHz, dengan 3 saluran radio yang tersedia.
d. IEEE 802.11g
adalah sebuah standar jaringan nirkabel yang bekerja pada frekuensi 2,45 GHz dan menggunakan metode modulasi OFDM sehingga lebih resistan terhadap interferensi dari gelombang lainnya. Standar ini dipublikasikan pada Juni 2003 mampu mencapai kecepatan hingga 54 Mbps pada pita frekuensi 2,45 GHz, sama seperti halnya IEEE 802.11 biasa dan IEEE 802.11b.
12.  Lebih hemat waktu dalam menentukan lokasi dan associate pada acces point ketika roaming. Secara konstan monitoring rambu yang dikirim secara keseluruhan oleh acces point, suatu stasiun klien bisa mengikuti perkembangan acces point yang terbaik untuk reassociation. Di dalam mengetahui acces point mana yang baik untuk associate, waktu akan tersimpang dalam reassociation. Roaming membuat proses semakin hemat (tidak rumit), klien tidak perlu associate pada bridge.

13.  IEEE 802.1x merupakan salah satu standar keamanan jaringan yang cukup dikenal dan sudah banyak digunakan untuk jaringan wireless. Standar 802.1x merupakan standar keamanan jaringan yang mempunyai banyak mekanisme untuk autentifikasi. Kita dapat memilih diantara beberapa mekanisme tersebut yang sesuai dengan kondisi dan keinginan kita. IEEE 802.1x atau sering disebut juga “port based authentication” merupakan standar yang pada awal rancangannya digunakan pada koneksi dialup. Tetapi pada akhirnya, standar 802.1x digunakan pula pada jaringan IEEE 802 standar.Pada laporan ini, dikhususkan penggunaan standar 802.1x pada jaringan wireless ( 802.11a/b/g ).

14.  Antena diversity digunakan untuk permasalah multipath. Multipath didefinisikan sebagai karangan dari sinyal utama ditambahkan dengan duplikat atau echo gelombang bidang yang disebabkan oleh refleksi dari gelombang jauh objek antara pemancar dan penerima. Delay antara sinyal utama sesaat datang dan sinyal direfleksi terakhir datang disebut sebagai delay spread. Efek multipath dapat menyebabkan beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi transmisi dari sinyal RF dengan berbeda-beda, kondisi tersebut antara lain penurunan amplitudo sinyal (downfade), corruption, nulling, dan kenaikan amplitudo sinya (upfade).

15.  Ada lima syarat yang harus diperhatikan ketika membeli dan menginstall beberapa RF connector, dan mereka similar in nature dalam cirinya untuk memilih RF amplifier dan attenuator.

a. RF connector harus match dengan impedansi dari semua komponen wireless LAN yang lain (pada umumnya 50Ω).

b. Mengetahui banyaknya insertion loss masing-masing konektor dimasukkan ke penyebab timbulnya signal. Angka kerugian (loss) disebabkan factor dalam kalkulasi anda untuk keperluan sinyal kuat dan jarak yang di-ijinkan.
c. Mengetahui spesifikasi dari the upper frequency limit (frequency response) untuk konektor tertentu.point ini akan sangat penting ketika frekuensi 5 Ghz wireless LAN yang lebih umum. Beberapa konektor rata-rata hanya maksimum sampai 3 GHz, dimana ini bagus untuk digunakan frekuensi 2.4 GHz wireless LAN, tapi ini tidak akan bekerja pada frekuensi 5 GHz wireless LAN. Beberapa konektor rata-rata hanya sampai 1 GHz dan tidak akan bekerja pada semua frekuensi wireless LAN, selain dari legacy 900 MHz wireless LAN.
d. Waspadai mutu konektor yang tidak baik. Pertama, selalu pertimbangkan pembelian dari perusahaan yang mempunyai nama baik. Ke dua, pembelian hanya pada konektor kualitas tinggi yang diprodusi oleh perusahaan ternama.

e. Yakin kan anda mengetahui kedua jenis konektor (N, F, SMA, dll.) bahhwa anda memerlukan jenis kelamin dari konektor tersebut. Konektor terdiri dari male dan female. Male connector mempunyai center pin, dan female connector mempunyai suatu bak penampung pusat.

Selasa, 13 Juni 2017

Hai sobat semua,
Postingan kali ini saya akan membagikan materi terkait dengan Jaringan Modern LTE. Penasaran? Yuk, langsung saja kita bahas....

Jaringan modern - LTE (Long Term Evoluton)


     Teknologi telekomunikasi saat ini sangat mengalami perkembangan yang sangat pesat. Mulai dari perkembangan 1G sampai pada 4G yang banyak dikembangkan saat ini. Hal ini sangat menuntut operator maupun konsumen untuk mampu mengunakan dan mengembangkan dari kemajuang teknologi telekomunikasi itu. karena jika tidak maka suatu negara akan mengalami ketinggalan dalam perkembangan teknologi telekomunikasi. Dalam kurun waktu 10 tahun sejak lahirnya AMPS sudah terjadi perkembangan yang sangat pesat dengan berbagai penemuan atau inovasi teknologi komunikasi dan pada akhir tahun 90-an muncullah teknologi 2G (Generasi Kedua). 

Perbedaan utama dari teknologi 1G dan 2G adalah 1G masih menggunakan sistem Analog sedangkan 2G sudah menggunakan sistem digital. Dengan adanya kehadiran teknologi generasi kedua, maka muncullah teknologi selular yang baru yaitu, GSM. yang merupakan suatu sistem komunikasi wireless2G. Pada awal tahun 2000-an muncullah teknologi generasi 2.5 (2.5 G) yang mempunyai kemampuan transfer data yang lebih cepat. Yang terkenal dari generasi ini adalah GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution). Suatu protokol yang mengatur cara kerja transfer data pada sistem wireless GSM. 

Dalam teorinya kecepatan transfer data EDGE dapat mencapai 384 Kbps. Setelah adanya teknologi generasi pertama, kedua dan teknologi 2.5 G, maka disusul kemudian dengan generasi ketiga (3G) yang menawarkan kelebihan yang lebih baik lagi baik dari segi kemampuan fitur dan transfer data dengan memiliki kecepatan transfer data lebih cepat dari sebelumnya dalam menghadirkan layanan yang sangat dibutuhkan oleh pelanggan. Selanjutnya setelah teknologi 3G pengembangan akan jaringan dan berbagai peralatan pendukungnya terus dilakukan hingga saat ini lahirlah teknologi LTE (Long Term Evolution).

3GPP Long Term Evolution atau yang biasa disingkat LTE adalah sebuah standar komunikasi akses data nirkabel tingkat tinggi yang berbasis pada jaringan GSM/EDGE danUMTS/HSPA. Jaringan antarmukanya tidak cocok dengan jaringan 2G dan 3G, sehingga harus dioperasikan melalui spektrum nirkabel yang terpisah. Teknologi ini mampu download sampai dengan tingkat 300 mbps dan upload 75 mbps. Layanan LTE pertama kali dibuka oleh perusahaan TeliaSonera di Stockholm dan Oslo pada tanggal 14 desember 2009.
3GPP Long Term Evolution, atau lebih dikenal dengan sebutan LTE dan dipasarkan dengan nama 4G LTE adalah sebuah standard komunikasi nirkabel berbasis jaringanGSM/EDGE dan UMTS/HSDPA untuk aksess data kecepatan tinggi menggunakan telepon seluler mau pun perangkat mobile lainnya.
LTE pertama kali diluncurkan oleh TeliaSonera di Oslo dan Srockholm pada 14 Desember 2009. LTE adalah teknologi yang didaulat akan menggantikan UMTS/HSDPA. LTE diperkirakan akan menjadi standarisasi telepon seluler secara global yang pertama.
Walaupun dipasarkan sebagai teknologi 4G, LTE yang dipasarkan sekarang belum dapat disebut sebagai teknologi 4G sepenuhnya. LTE yang di tetapkan 3GPP pada release 8 dan 9 belum memenuhi standarisasi organisasi ITU-R. Teknologi LTE Advanced yang dipastikan akan memenuhi persyaratan untuk disebut sebagai teknologi 4G.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JARINGAN LONG TERM EVOLUTION


Ada beberapa kelebihan teknologi LTE 4G yang sangat berbeda dengan teknologi sebelumnya, antara lain: 
• Teknologi LTE menawarkan kecepatan downlink hingga 300 Mbps dan Uplink 75 Mbps. 
• LTE menggunakan Orthogonal Frequency Division Mutiplexing (OFDM) yang mentransmisikan data melaului banyak operator spektrum radio yang masing-masing sebesar 180 kHz.
• Mendukung gelombang frekuensi yang saat ini digunakan oleh sistem IMT dan ITU-R. 
• Untuk di perkotaan, frekuensi band yang lebih tinggi dan digunakan untuk mendukung kecepatan tinggi mobile broadband. 
• Mendukung MBSFN (Multicast Broadcast Single Frequency Network). 
• Peningkatan dukungan mobilitas tinggi.

Kekurangan Teknologi 4G LTE: 
·         Kekurangan yang dimiliki oleh teknologi LTE antara lain adalah biaya untuk infrastruktur jaringan baru realtif mahal
·         Jika jaringan harus diperbaharui maka peralatan baru harus diinstal
·         Teknologi LTE menggunakan MIMO (Multiple Input Multiple Output), teknologi yang memerlukan antena tambahan pada pancaran pangakalan jaringan untuk transmisi data. Sebagai akibatnya jika terjadi pembaharuan jaringan maka pengguna perlu memebeli mobile device baru guna mengguna infrastruktur jaringan yang baru.

TEKNOLOGI LTE DAN LAYANANNYA



  1. Teknologi LTE secara teoritis menawarkan kecepatan downlink hingga 300 Mbps dan Uplink 75 Mbps.
  2. LTE menggunakan Orthogonal Frequency Division Mutiplexing (OFDM) yang mentransmisikan data melalui banyak operator spektrum radio yang masing-masing sebesar 180 KHz. OFDM melakukan transmisi dengan cara membagi aliran data menjadi banyak aliran-aliran yang lebih lambat yang kemudian ditransmisikan secara serentak. Dengan menggunakan OFDM memperekecil kemungkinan terjadinya efek multi path.
  3. Meningkatakan kecepatan transmisi secara keseluruhan, kanal transmisi yang digunakan LTE diperbesar dengan cara meningkatan kuantitas jumlah operator spectrum radio tanpa mengganti parameter channel spectrum radio itu sendiri. LTE harus bisa beradaptasi sesuai jumlah bandwith yang tersedia.
  4. LTE mengadopsi pendekatan all-IP. Menggunakan arsitektur jaringan all-IP ini menyederhanakan rancangan dan implementasi dari antar muka LTE, jaringan radio dan jaringan inti, hingga memungkinkan industri wireless untuk beroprasi layaknya fixed-line network.
  5. Agar menjadi universal, perangkat mobile yang berbasis LTE harus juga mampu menyokong GSM, GPRS, EDGE dan UMTS. Jika dilihat dari sisi jaringan, antar muka dan protocol di tempatkan di tempat yang memungkinkan terjadinya perpindahan data selancar mungkin jika pengguna berpindah tempat ke daerah yang memiliki teknologi antar muka yang berbeda.
Sekian materi terkait Jaringan Modern LTE yang saya bagikan kali ini, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan sobat sekalian ^^

Hai sobat semua,
Kali ini saya akan memposting materi terkait cara untuk membuat kabel straight dan juga kabel cross. Apasih kabel LAN Straight dan Cross? Kabel LAN Straight adalah kabel yanng berfungsi untuk menghubungkan 2 device yang berbeda , sebagai contoh yaitu kabel staright dapat digunakan sebagai penghubung komputer dan switch , penghubung switch ke router , penghubung router dan hub , dan lain sebagainya. Sedangkan kabel LAN Cross adalah kabel yang berfungsi untuk menghubungkan dua device yang sama , contohnya menghubungkan PC ke PC , menghubungkan dua hub , menghubungkan dua switch , dll.

Sebelum membuat kabel straigth dan cross, siapkanlah beberapa alat seperti :
a)      Kabel LAN dengan panjang secukupnya


b)      4 buah RJ 45


c)      Tang Crimping


d)      Tester


Langkah selanjutnya setelah menyiapkan beberapa komponen tersebut yakni :

1.      Siapkan 2 buah kabel, masing-masing untuk cross dan juga straight
2.      Potong kedua ujung masing-masing kulit kabel menggunakan tang crimping. Hati-hati jangan sampai memotong kabel bagian dalam dari kabel LAN


3.      Urutkan warna kabel untuk kabel lan straight maupun cross dengan warna :


STRAIGHT
CROSS
A
B
A
B
Putih Orange
Putih Orange
Putih Orange
Putih Hijau
Orange
Orange
Orange
Hijau
Putih Hijau
Putih Hijau
Putih Hijau
Putih Orange
Biru
Biru
Biru
Biru
Putih Biru
Putih Biru
Putih Biru
Putih Biru
Hijau
Hijau
Hijau
Orange
Putih Cokelat
Putih Cokelat
Putih Cokelat
Putih Cokelat
Cokelat
Cokelat
Cokelat
Cokelat

4.      Rapikan/ samaratakan tinggi kabel bagian dalam dengan memotongnya menggunakan tang crimping
5.      Masukkan kabel bagian dalam kedalam RJ 45 dengan hati-hati, setelahnya kunci dengan tang crimping
6.      Jika sudah semua diurutkan warna kabel bagian dalam hingga mengunci kabel lan pada RJ 45, lakukan pengetesan nyala atau tidaknya kabel tersebut pada setiap urutan warnanya dan pastikan agar tidak terbalik
7.      Jika menemui masalah lampu tester pada nomor tertentu mati, kemungkinan anda kurang tepat dan kencang dalam mengunci kabel bagian dalam ke RJ45 atau ,mungkin crimping yang bermasalah sehingga menyebabkan tembaga pada RJ45 menjadi rusak.
Sekian materi terkait cara membuat kabel lan straight dan juga cross. Selamat mencoba dan semoga berhasil ya sobat?


A call-to-action text Contact us